karikatur opini 16 april 2014
Harian Rakyat Sultra Kendari
Tradisi mengekalkan
kekuasaan dalam bentang sejarah politik yang panjang dapat dilandasi motif dan
modus yang beragam. Hampir semua negara di dunia memperlihatkan pelestarian kekuasaan
pragmatis itu pernah dan selalu akan terjadi. Tradisi feodalisme di berbagai
kerajaan dan kesultanan di masa silam ketika demokrasi belum wujud, dikukuhkan
secara tertutup (closed circle).
Artinya, hanya
orang-orang yang diakui ”berdarah biru” (keturunan raja atau sultan) saja yang
boleh melanjutkan kekuasaan. Sebutlah penguasa atau kepala negara di Inggris
yang kini berada di tangan Ratu Elizabeth II hanya bisa diwariskan kepada
Pangeran Charles atau cucunya Pangeran William atau Pangeran Harry. Dengan cara
begitu, dinasti kekuasaan pun dapat selalu dipertahankan. Hal senada masih
dapat ditemukan di sejumlah negara berbentuk kerajaan seperti Jepang, Belanda,
Belgia dan sebagian besar negara di Timur Tengah.
Kegemaran mengekalkan
kekuasaan ternyata merebak pula di berbagai negara yang sudah menganut faham
demokrasi sekali pun. Semakin rendah nilai demokratis suatu kepemimpinan
negara, semakin besar peluang munculnya dinasti kekuasaan. Nilai-nilai
demokratis yang berpihak sepenuhnya pada suara dan kedaulatan rakyat cenderung
begitu mudah diakali dengan pembentukan aturan main atau regulasi yang
melibatkan para kroni penguasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar