Selasa, 15 April 2014

Karikatur Dinasti Kekuasaan

Karikatur Dinasti Kekuasaan

karikatur opini 16 april 2014
Harian Rakyat Sultra Kendari



Tradisi mengekalkan kekuasaan dalam bentang sejarah politik yang panjang dapat dilandasi motif dan modus yang beragam. Hampir semua negara di dunia memperlihatkan pelestarian kekuasaan pragmatis itu pernah dan selalu akan terjadi. Tradisi feodalisme di berbagai kerajaan dan kesultanan di masa silam ketika demokrasi belum wujud, dikukuhkan secara tertutup (closed circle).

Artinya, hanya orang-orang yang diakui ”berdarah biru” (keturunan raja atau sultan) saja yang boleh melanjutkan kekuasaan. Sebutlah penguasa atau kepala negara di Inggris yang kini berada di tangan Ratu Elizabeth II hanya bisa diwariskan kepada Pangeran Charles atau cucunya Pangeran William atau Pangeran Harry. Dengan cara begitu, dinasti kekuasaan pun dapat selalu dipertahankan. Hal senada masih dapat ditemukan di sejumlah negara berbentuk kerajaan seperti Jepang, Belanda, Belgia dan sebagian besar negara di Timur Tengah.

Kegemaran mengekalkan kekuasaan ternyata merebak pula di berbagai negara yang sudah menganut faham demokrasi sekali pun. Semakin rendah nilai demokratis suatu kepemimpinan negara, semakin besar peluang munculnya dinasti kekuasaan. Nilai-nilai demokratis yang berpihak sepenuhnya pada suara dan kedaulatan rakyat cenderung begitu mudah diakali dengan pembentukan aturan main atau regulasi yang melibatkan para kroni penguasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar